Imanka dot Com

Ngomongin Tuhan sama dengan ngomongin yang ga Jelas?


Witgenstein dan Moore bilang bahwa sebuah persoalan dikatakan berguna jika yang di omongkan itu jelas, jelas mana “barangnya” dan mana orangnya . Kata mereka, sebuah pernyataan akan berarti ( ada artinya ) jika kata-kata yang digunakan untuk membuat pernyataan itu mempunyai reference, artinya lebih kurang adalah jika kita mengatakan “Tikus masuk got”, maka kita harus

Nabinya Islam Tukang Kawin


Beberapa bulan terakhir ini tiba-tiba saja ada orang yang berteriak-teriak lantang di mailing list parapemikir@yahoogroups.com  tanpa mengenal lelah. Isi teriakannya? Setiap hari orang itu berteriak tentang sesuatu yang dia tidak ketahui, yaitu tentang hukum. Lebih spesipik lagi, tentang hukum Islam dan Nabinya. Salah satu isi teriakannya adalah mengecam nabinya orang islam yang mempunyai isteri banyak,

Pelihara Roh Anda


Pada suatu hari Abu Bashir berada di Masjid A-Haram. la terpesona rnenyaksikan ribuan orang yang bergerak mengelilingi Kabah, mendengarkan gemuruh tahlil, tasbih, dan takbir mereka. Ia membayangkan betapa beruntungnya orang-orang itu. Mereka tentu akan mendapat pahala dan ampunan Tuhan. Imam Ja’far Al-Shadiq, tokoh spiritual yang terkenal dan salah seorang ulama besar dari keluarga Rasulullah saw,

Menghilangkan aku menghadirkan Tuhan


In parapemikir@ yahoogroups. com, Ahmad Samantho <ay_samantho@ …> wrote: Dalam kehidupan modern, sering dibedakan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia. Sehingga teologi harus diturunkan pada level kemanusiaan (antropomorfisme). Ketuhanan baru berarti, jika mampu menyelesaikan dan berangkat dari paradigma kemanusiaan. Sampai-sampai sekularisme mensyaratkan “hilangnya Tuhan” demi kemajuan dunia. Kita tentu bertanya, bagaimana bisa ciptaan terbebas dari

Etika dan Irfan


Sebagaimana pernah kita singgung sebelumnya tentang irfan, dari pengertiannya terlihat irfan sama saja dengan akhlak (etika) dan  keduanya memang merupakan ilmu praktik. Namun demikian, walaupun dari sudut pengertian antara irfan dan akhlak lebih kurang sama saja, tapi dalam ‘aturan main’  dan fokusnya terdapat beberapa perbedaan diantara keduanya.   Sekarang kita akan coba bahas tentang fokus

Irfan


Irfan atau tasawuf  merupakan sebuah fenomena tersendiri didalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Tidak seperti disiplin ilmu lainnya  seperti ilmu fiqih, ilmu hadist, ilmu tafsir alquran, ilmu teologi, ilmu filsafat dan lainnya. Ilmu irfan dianggap unik karena bisa dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang akademis dan sudut pandang sosial. Para ahli irfan, jika dilihat

Filsafat Ilmu Pengetahuan


Filsafat ilmu pengetahuan diambil dari dua istilah yang berbeda, yaitu filsafat dan ilmu pengetahuan (science). Dari kedua istilah yang berbeda itu kemudian digabungkan menjadi satu istilah yang baru yaitu filsafat + ilmu Pengetahuan sehingga disebut sebagai Filsafat Ilmu Pengetahuan atau Filsafat Science. Filsafat titik tekan kajiannya adalah ontologi sementara Ilmu Pengetahuan titik tekan adalah epistemologi

Tradisi Filsafat


Tradisi filsafat : Menurut Majid Fakhry, tradisi filsafat bermula muncul di pesisir Samudera Mediterania bagian Timur pada abad ke-6 Sebelum Masehi. Sedangkan bagian Timur ini merupakan wilayah Asia. Oleh karenanya dalam dunia filsafat terkenal adanya istilah “kearifan timur” sebagai the ancient wisdom, karena memang awal mula munculnya tradisi filsafat adalah dari dunia Timur. Lalu dari

Rene Descartes


Rene Descartes lahir di La Haye Touraine-Prancis pada tanggal 31 maret 1596 dari sebuah keluarga borjuis. Ayahnya adalah seorang pengacara yang aktif berpolitik sementara ibunya telah meninggal pada saat usia Descartes masih 1 tahun. Descartes dimasukkan ke sekolah La Fleche pada usia 8 tahun , disana dia belajar ilmu-ilmu alam dan filsafat skolastik lalu kemudian

Filsafat dan Sains


Di barat dewasa ini filsafat – khususnya metafisika – dianggap bukanlah sebagai sains. Sebagaimana yang dikatakan August Comte, bahwa filsafat dalam bentuk metafisika adalah fase kedua dalam perkembangan manusia, setelah agama yang disebut sebagai fase pertamanya. Adapun yang disebut dengan fase ketiga atau fase yang paling modern dalam perkembangan manusia adalah sains yang bersifat positivistik

© 8283 Imanka dot Com All rights reserved.