Filed In:
Humor | Posted by Iman K. | on September 9th, 2011 |

Sebuah bis penuh dengan para politikus, keluar dari jalur jalan dan langsung menabrak sebuah pohon besar di ladang petani tua. BUMMMM….!!!! terdengar suara keras dari arah pohon besar tersebut, Pak tani tua segera bergegas menuju arah suara dentuman. Setelah menyelidiki apa yang terjadi, petani tua segera menggali sebuah lubang besar dan mengubur semua mayat politikus-politikus
Filed In:
Humor | Posted by Iman K. | on September 7th, 2011 |

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada. Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking ! Bila boss menyatakan : ” Sulit ” itu berarti beliau prediktif-antisipatif. Bila staff menyatakan : ” Sulit ” itu berarti dia pesimistik ! Bila boss menyatakan : ” Mudah ” itu berarti beliau
Filed In:
Humor | Posted by Iman K. | on March 28th, 2011 |

Cowok : “Mbak punya obeng nggak?” Cewek : “Hah? Gak Punya tuh.” Cowok : “Tapi kalo nomor telepon punya,kan? , boleh minta nomor telponnya ” — Cowok : Mbak, bapaknya ahli perbintangan ya?? Cewek : Ah.. tidak, memang kenapa?? Cowok: Saya lihat ada bintang dimata mbak, matanya indah sekali… ————————- Cowok : Maaf mba, jangan
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 26th, 2010 |

Demokrasi adalah tentang bagaimana caranya untuk mendapatkan kebebasan berpendapat, persamaan hak, kesetaraan dan pengakuan. Hak Asasi adalah hak paling mendasar yang dimiliki oleh setiap anak manusia, hak akan kebebasan, hak akan hidup, hak akan mendapatkan ilmu dan lain-lain. Demikianlah definisi dari kata demokrasi dan hak asasi yang sering kita temui dibeberapa buku, tapi apakah memang
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 26th, 2010 |

Ah dasar orang batak! Orang batak itu tidak seperti orang jawa yang ngomongnya halus. Orang batak ngomongnya kasar, karena orang batak kebanyakan dari Medan. Pernyataan seperti itu sering kita dengar dan kebanyakan dari kita sudah tidak mempersoalkan kalimat itu terkecuali jika kita sedang tidak mood dan mudah tersinggung maka kita akan mempersoalkannya secara alami (
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 24th, 2010 |

Ketika berbicara dengan anggota keluarga dan berdiskusi dengan orang banyak kita sering berbicara ‘sekena’ nya saja. Misalnya ngomogin orang jepang, kita enteng saja mengatakan bahwa orang jepang rajin-rajin. Pertanyaannya adalah, apakah semua dari kita sudah tahu dengan apa yang kita ucapkan itu? Apakah orang jepang yang kita maksudkan itu adalah semua orang jepang? Sebagian orang
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 22nd, 2010 |

Sering dalam berdiskusi, terutama diskusi-diskusi dimilist yahoogroups kita kesulitan untuk bersepakat tentang suatu persoalan yang sesungguhnya mudah. Persoalan-persoalan mudah tersebut sering menjadi persoalan berlarut-larut karena dua hal, pertama karena persoalan teknis, yaitu ketidak mampuan untuk membedakan satu kata dengan kata yang lainnya dan satu pernyataan dengan pernyataan lainnya. Kedua karena persoalan non teknis, yaitu keinginan
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 20th, 2010 |

Banyak orang bertanya dimilist-milist yahoogroups, ada yang bertanya karena ingin tahu, ada yang bertanya karena iseng, ada yang bertanya karena sekedar ingin menguji persoalan logika, dan ada juga yang sangat mengerti dengan logika dan memberikan perhatian yang serius tentang itu, mereka menanyakan apakah yang dimaksud dengan logika?
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 17th, 2010 |

Untuk mendapatkan pengetahuan baru bisa dilakukan dengan dua cara : Pertama dengan metode induksi, yaitu sebuah metode bagaimana cara melihat dan menyimpulkan suatu persoalan yang dimulai dari pernyataan yang bersifat khususnya menuju kepada pernyataan yang bersifat umum. Bagaimana membuat kesimpulan umum yang dihasilkan dari kasus-kasus yang bersifat individual.
Filed In:
Logika | Posted by Iman K. | on August 15th, 2010 |

Membicarakan ilmu logika pada intinya adalah membicarakan dua hal pokok, yang pertama adalah tentang bagaimana cara berargumentasi (hujjah) dan yang kedua adalah tentang bagaimana cara membikin definisi (mu’arrif) . Kita ke bahasan yang pertama, yaitu bagaimana cara kita untuk memberikan argumentasi. Dalam memberikan pendapat atau argumentasi kita mengenal dua cara, yaitu dengan hujjah dan