The List Archives From Teologi

Takdir


Beberapa hari yang lalu ada postingan yang dikirim ke mailing list parapemikir@yahoogroups.com yang isinya kira-kira mempertanyakan dan sekaligus mempersoalkan “kelogisan” sebuah pendapat yang mengatakan bahwa semua fenomena alam itu terjadi karena masih adanya pengaruh faktor “X” sebagaimana yang di sampaikan oleh Bapak Tifakul Sembiring pada ceramah Idul Adha dipadang beberapa waktu yang lalu? Ter-inspirasi dari

Mereka yang disebut kaum intelektual


Bahasan kali ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya yang kami beri judul ‘ada berapakah agama yang benar’. Kita telah sampai kepada pertanyaan ketiga yaitu apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan? Misalnya agama yang benar telah

Mereka yang disebut orang Sholeh yang kaku


Kembali kepersoalan apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan. Kita sudah membicarakan bagaimana alasan logis yang diajukan oleh kaum intelektual dipostingan sebelumnya. Dan kita juga sudah memperhatikan apa yang mereka kutip dari Al-quran sebagai landasan fundamentalnya.

Mutazilah


Persoalan dokrin atau akidah (tentang keyakinan hati) menjadi bahasan penting ketika ada diantara sekelompok orang yang mempersoalkan, apakah orang-orang fasik itu masih dianggap muslim (beriman) atau sudah jadi kafir karena kekufurannya? Dan mengenai manusia, apakah manusia sesungguhnya mempunyai kehendak bebas atau apakah semua perbuatan manusia itu sudah “disetir” oleh Tuhan. Manusia itu bisa memilih nasibnya

Takdir-3 > Kontradiksi yang dituduhkan


Telah dikatakan sebelumnya bahwa kebanyakan para ahli tafsir dan ilmul kalam (teologi islam) berpendapat bahwa ayat-ayat Al-quran dalam masalah freewill (kebebasan) and destiny (ketentuan yang sudah ditentukan) ini saling bertentangan. Oleh sebab itu, mereka berlindung di balik penakwilan sebagiannya agar bersesuaian dengan sebagian yang lainnya. Berkenaan dengan itu perlu kiranya kita untuk mengingat kembali apa

Takdir-1 >Persoalan Sosial Praktis


Walaupun permasalahan mengenai takdir ini sesungguhnya adalah masalah metafisis dan filsafat ketuhanan, namun persoalan ini juga bisa masuk kedalam persoalan-persoalan sosial praktis karena dua hal : Pertama, karena reaksi intuitif yang berkaitan dengan bentuk pemikiran individual dari setiap pembahas problem ini terhadap kehidupan praktisnya, serta cara penanganannya terhadap gejala peristiwa yang terjadi. Sangat wajarlah jika

Agama Sebagai Biang Kerok?


Beberapa hari terakhir ini tiba-tiba ada orang yang teriak-teriak di milist parapemikir@yahoogroups.com mengumumkan ke jelekan agama Kristen dan agama Islam. Di sebelah sana berteriak Islam itu tidak beres, ini bisa dibuktikan dengan banyaknya ke-ngawuran yang dilakukan oleh pemeluknya. Belum lagi melihat kenyataan yang lain dimana kita bisa menyaksikan dengan mudah bagaimana negera-negara yang mayoritas penduduknya

Perbuatan baik Non Muslim


Berangkat dari diskusi dimillist-milist yahoogroups, tergerak untuk menulis sedikit tentang apakah orang orang non muslim seperti Bunda Teresa, Louis Paster, Isaac Newton, Thomas Alfa Edison dan penemu-penemu besar untuk kemajuan kemanusiaan itu semuanya masuk neraka karena mereka adalah non muslim? Apakah orang-orang yang yang bermandikan peluh keringat, meneteskan air mata, berkorban darah dan nyawa untuk

Takdir-2 > Ayat-ayat Al-quran bicara takdir


Beberapa ayat Al-quran al-Karim menandaskan adanya qadha dan qadar serta pengaruh mutlaknya, dan bahwa setiap peristiwa alami pasti telah didahului oleh Kehendak Ilahi dan bahwa hal itu telah tersurat sebelumnya dalam suatu “kitab yang nyata”. Misalnya : “ Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam

Ada berapakah agama yang benar?


Pembicaraan yang paling sensitif dan yang paling banyak dihindari pada zaman modern ini adalah pembicaraan tentang perbedaan agama-agama. Kebanyakan dari kita risih untuk membicarakan agama manakah yang paling benar. Masalah ini menjadi lebih sulit lagi karena di indonesia memang dilarang keras membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan isyu SARA didepan umum. Saya menyadari, dengan menulis isyu

© 2012 Imanka dot Com All rights reserved.