Mereka yang disebut orang Sholeh yang kaku - Imanka dot Com

pagar kawat

pagar kawat

Kembali kepersoalan apakah orang-orang yang tidak mengikuti agama yang benar TETAPI melakukan pekerjaan dan perbuatan sesuai dengan ajaran agama yang benar, semua amalannya itu akan diterima oleh Tuhan. Kita sudah membicarakan bagaimana alasan logis yang diajukan oleh kaum intelektual dipostingan sebelumnya. Dan kita juga sudah memperhatikan apa yang mereka kutip dari Al-quran sebagai landasan fundamentalnya.

Sekarang kita akan lihat, apa jawaban dari mereka yang disebut dengan kelompok orang-orang sholeh. Kelompok yang menentang bulat-bulat pendapat yang diajukan oleh kaum intelektual tersebut.

Mereka mengatakan secara tegas bahwa perbuatan baik non muslim tidak mungkin akan diterima oleh Tuhan. Perbuatan orang-orang kafir itu tidak ada nilainya sama sekali dimata Tuhan, semua amal perbuatan mereka itu akan ditolak dan tertolak. Kelompok orang-orang sholeh yang berpikiran kaku ini juga tidak lupa untuk membawa dua alasan penting untuk mendukung pendapatnya, yaitu :

Alasan penting yang pertama adalah alasan rasional, kalau memang perbuatan baik non muslim itu diterima dan perbuatan baik muslim juga diterima jadi apa bedanya menjadi muslim atau non muslim. Demikian juga sebaliknya, kalau perbuatan buruk non muslim akan mendapat hukuman dan perbuatan buruk muslim juga mendapat hukuman yang sama, jadi dimana letak perbedaannya antara menjadi muslim dan non muslim. Dalam hal ini apa pengaruhnya menjadi muslim atau non muslim?

Alasan penting kedua adalah alasan nash, mereka mengutip argumentasinya dengan merujuk kepada apa yang tertulis pada alquran surat 14 ayat 18 :

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”

Dengan bermodalkan ayat ini, maka kelompok orang-orang sholeh yang berpikiran sempit tersebut menegaskan bahwa perbuatan mulia semulia apapun, sekalipun lebih mulia dari perbuatan dan pengabdian para nabi sekalipun, maka sungguh perbuatan mereka akan sia-sia belaka jika tidak digandengkan dengan keimanan kepada Tuhan.

Dan untuk melengkapi dalilnya, mereka juga terkadang mengutip ayat yang lain dari al-quran , seperti surat 24 ayat 39 :

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya”

Dengan menambahkan ayat ini, maka sudah semakin kuatlah perhitungan atas orang-orang kafir, perbuatan mereka semuanya akan sia-sia dan semu bagaikan sebuah fatamorgana. Seolah-olah ada dan bermanfaat padahal tidak ada dan tidak berguna sama sekali.

Sampai disini kita sudah melihat, apa dan bagaimana alasan-alasan logis dan narasi yang disampaikan oleh dua kelompok yang paling berpengaruh tersebut. Jalan pemikiran pertama mengatakan semua orang boleh dan dibolehkan masuk surga tanpa membeda-bedakan agamanya, apakah muslim atau non muslim semuanya sama saja dimata Tuhan.

Kelompok yang lain mengharamkan surga terhadap umat manusia manapun kecuali mereka muslim. Surga tertutup untuk orang-orang non muslim, surga dibuat khusus untuk orang Islam. Pendapat kelompok manakah gerangan yang paling logis dan yang paling masuk akal yang bisa kita terima? Apakah pendapat kelompok pertama ataukan pendapat kelompok yang kedua?

Atau apakah masih ada pendapat yang lain diluar pendapat tersebut?

Share This Post

Share your Opinion here...

92 Responses to “Mereka yang disebut orang Sholeh yang kaku”

  1. cacingkremi Says:

    di ayat lain kan udah jelas dijelaskan sejelas2nya, apa2 yang disembah akan dihadirkan oleh allah, lalu yang menyembah akan disuruh “tuh minta pahala yang kamu kejakan ke yang kamu sembah” dan yang disembah berkelit, dan kemudian menyesallah mereka lalu mereka minta orang yang menyesatkan mereka supaya dihukum seberat2nya dan allah juga menjawab keinginanan mereka (lupa deh gue bunyi ayatnya dan surat berapa @_@ dan bunyi jawaban, so cari selengkapnya di Quran )
    logisnya lu minta gaji ama orang yang ternyata yang lu sangka bos elu, padahal die cuma bawahan juga, celakanya si bos yang bawahan ini gak pernah nyuruh lu ngerjain kerjaan A tapi nyuruh kerjaan B. nah bingung kan

  2. cacingkremi Says:

    di ayat lain kan udah jelas dijelaskan sejelas2nya, apa2 yang disembah akan dihadirkan oleh allah, lalu yang menyembah akan disuruh “tuh minta pahala yang kamu kejakan ke yang kamu sembah” dan yang disembah berkelit, dan kemudian menyesallah mereka lalu mereka minta orang yang menyesatkan mereka supaya dihukum seberat2nya dan allah juga menjawab keinginanan mereka (lupa deh gue bunyi ayatnya dan surat berapa @_@ dan bunyi jawaban, so cari selengkapnya di Quran )
    logisnya lu minta gaji ama orang yang ternyata yang lu sangka bos elu, padahal die cuma bawahan juga, celakanya si bos yang bawahan ini gak pernah nyuruh lu ngerjain kerjaan A tapi nyuruh kerjaan B. nah bingung kan

  3. Ibnu Mansoura Says:

    Jawaban dari persoalan ini ada di dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 62. “Dan orang-orang yang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, orang-orang pengikut nabi-nabi terdahulu, barangsiapa (Yang mereka itu) beriman kepada Allah, dan hari akhir, dan beramal sholeh, maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka, dan mereka tidak merasa khawatir dan tidaklah mereka akan bersedih.”

    Namun di sini perlu di tegaskan bahwa setiap kelompok yang disebutkan dalam ayat di atas itu masih perlu di definisikan secara lengkap. Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang Islam, sejak zaman Rasulullah SAW. sampai sekarang. Dan orang-orang Yahudi adalah para pengikut Nabi Musa AS. yang masih menggunakan Taurat (Perjanjian Lama) yang asli dan bukan bajakan. Orang-orang Nasrani adalah para pengikut Nabi Isa AS. yang masih menggunakan Injil yang asli dan bukan bajakan sebagai pedoman hidup mereka. Dan terakhir para pengikut Nabi-Nabi terdahulu (‘alaihimussalam) adalah para umat-umat zaman dahulu yang diutus padanya seorang Nabi baik yang disebut dalam Al Qur’an maupun tidak.

    Dari definis di atas dapat diambil satu konklusi bahwa orang-orang Yahudi, Nasrani, para pengikut Nabi-Nabi terdahulu itu sudah tidak ada di zaman sekarang. Dikarenakan Taurat, Injil, dan kitab-kitab suci yang lain sudah tidak ada di zaman sekarang, dan kalaupun ada itu sudah banyak yang dipalsukan. Wallahu a’lam bishowab.

    Mahasiswa Teologi Univertas Islam Al Azhar Mesir.

  4. Ibnu Mansoura Says:

    Jawaban dari persoalan ini ada di dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 62. “Dan orang-orang yang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang nasrani, orang-orang pengikut nabi-nabi terdahulu, barangsiapa (Yang mereka itu) beriman kepada Allah, dan hari akhir, dan beramal sholeh, maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka, dan mereka tidak merasa khawatir dan tidaklah mereka akan bersedih.”

    Namun di sini perlu di tegaskan bahwa setiap kelompok yang disebutkan dalam ayat di atas itu masih perlu di definisikan secara lengkap. Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang Islam, sejak zaman Rasulullah SAW. sampai sekarang. Dan orang-orang Yahudi adalah para pengikut Nabi Musa AS. yang masih menggunakan Taurat (Perjanjian Lama) yang asli dan bukan bajakan. Orang-orang Nasrani adalah para pengikut Nabi Isa AS. yang masih menggunakan Injil yang asli dan bukan bajakan sebagai pedoman hidup mereka. Dan terakhir para pengikut Nabi-Nabi terdahulu (‘alaihimussalam) adalah para umat-umat zaman dahulu yang diutus padanya seorang Nabi baik yang disebut dalam Al Qur’an maupun tidak.

    Dari definis di atas dapat diambil satu konklusi bahwa orang-orang Yahudi, Nasrani, para pengikut Nabi-Nabi terdahulu itu sudah tidak ada di zaman sekarang. Dikarenakan Taurat, Injil, dan kitab-kitab suci yang lain sudah tidak ada di zaman sekarang, dan kalaupun ada itu sudah banyak yang dipalsukan. Wallahu a’lam bishowab.

    Mahasiswa Teologi Univertas Islam Al Azhar Mesir.

  5. Fauzi Says:

    Salamun ‘alaikum.
    Surga itu hak prerogratif Allah. Tak seorang pun bisa masuk tanpa ijinNya. Iman dan amal saleh itu syaratnya. Selebihnya Allah yang berkehendak. Kita hanya bisa mohon pertolongan saja, bukan KLAIM.
    “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS Al Hajj, 22:14)

  6. Fauzi Says:

    Salamun ‘alaikum.
    Surga itu hak prerogratif Allah. Tak seorang pun bisa masuk tanpa ijinNya. Iman dan amal saleh itu syaratnya. Selebihnya Allah yang berkehendak. Kita hanya bisa mohon pertolongan saja, bukan KLAIM.
    “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS Al Hajj, 22:14)

  7. KangBoed Says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllll

  8. KangBoed Says:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllll

  9. KangBoed Says:

    Spiritualitas adalah membuat yang kaku menjadi lentur.. bukannya bertambah kaku..
    salam sayang

  10. KangBoed Says:

    Spiritualitas adalah membuat yang kaku menjadi lentur.. bukannya bertambah kaku..
    salam sayang

  11. Mapuc Says:

    wah, lagi googling bisa nyasar ke sini, dan kaget lagi ada si komentator blog he he, maaf sebelumnya kang. Terasa begitu adilnya tuhan penguasa jagat ini terhadap semua mahluk ciptaannya, g terhitung dech pokoknya.

  12. Mapuc Says:

    wah, lagi googling bisa nyasar ke sini, dan kaget lagi ada si komentator blog he he, maaf sebelumnya kang. Terasa begitu adilnya tuhan penguasa jagat ini terhadap semua mahluk ciptaannya, g terhitung dech pokoknya.

  13. alain Says:

    semua perbuatan kita termasuk menulis blog atau memberi komentar di blog pasti akan dihakimi Nya, dan di eksekusi Nya.

  14. alain Says:

    semua perbuatan kita termasuk menulis blog atau memberi komentar di blog pasti akan dihakimi Nya, dan di eksekusi Nya.

  15. Fadli Says:

    agama yang benar nurut siapa dulu, anggap saja tulisan di atas memang benar, maka setiap kebaikan memang harus ada imbalan, tidak harus kenikmatan di akherat sebagaimana anggapan agama-yang mengaku-benar itu bukankah kesenangan di dunia ini adalah imbalan juga, kesenangan ketika tidak seiring dengan orang kebanyakan juga imbalan

  16. Fadli Says:

    agama yang benar nurut siapa dulu, anggap saja tulisan di atas memang benar, maka setiap kebaikan memang harus ada imbalan, tidak harus kenikmatan di akherat sebagaimana anggapan agama-yang mengaku-benar itu bukankah kesenangan di dunia ini adalah imbalan juga, kesenangan ketika tidak seiring dengan orang kebanyakan juga imbalan

  17. nurul Says:

    masuk tk aja ada aturannya, sepintar apapun anda dan sebaik apapun amal perbuatan, kalo sudah 17 tahon nggk bakalan diterima. sumpah

  18. nurul Says:

    masuk tk aja ada aturannya, sepintar apapun anda dan sebaik apapun amal perbuatan, kalo sudah 17 tahon nggk bakalan diterima. sumpah

  19. nashr Says:

    salam…..
    sekilas memang bisa bikin ngambang ya…
    tapi, sebenarnya jika kita yakin Tuhan itu MAHA segala MAHA, maka dari sifat Rahman, Rahim, Hakim, dll-Nya. Dia nda mungkin zalim terhadap hamba-Nya. ketika setiap kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, maka sukses “dunia” bukan hanya milik “muslim” atau “non”. karena bukankah sifat Rahman-Nya mencakup sekalian alam…
    Namun, tentang urusan akhirat, akan sangat bijaksana jika kita meyakini bahwa itu milik spesial untuk hambanya yang spesial juga (mukmin-muslim). Bukankah itu bukti sifat Rahim-Nya.
    Tentang “kaku” atau “tidak”, yah…. tergantung sejauhmana pengetahuan dan pemahaman yang diberikan Tuhan pada individu yang menilai.
    Pada intinya, orang yang arif akan selalu “berbaik sangka” pada-Nya, selama menilai dengan sudut pandang yang sudah digariskan (Al-Qur’an, Sunnah, dan nalar yang baik yang tidak menyalahi kebenaran).
    Lagipula, masalah iman… bukan hal yang bisa dipandang secara zahir. semuanya ada di dalam bathin, walaupun biasanya akan muncul pada sikap hidup. trus, masalah ghaib (surga-neraka) juga bukan hak kita untuk memutuskannya…. he..he…
    So…mari kita yakin bahwa dia adalah Yang Maha Bijaksana dan segala Hal-Nya, termasuk dalam keputusan-Nya tentang Hamba-Nya..
    oks, salam….

  20. nashr Says:

    salam…..
    sekilas memang bisa bikin ngambang ya…
    tapi, sebenarnya jika kita yakin Tuhan itu MAHA segala MAHA, maka dari sifat Rahman, Rahim, Hakim, dll-Nya. Dia nda mungkin zalim terhadap hamba-Nya. ketika setiap kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh, maka sukses “dunia” bukan hanya milik “muslim” atau “non”. karena bukankah sifat Rahman-Nya mencakup sekalian alam…
    Namun, tentang urusan akhirat, akan sangat bijaksana jika kita meyakini bahwa itu milik spesial untuk hambanya yang spesial juga (mukmin-muslim). Bukankah itu bukti sifat Rahim-Nya.
    Tentang “kaku” atau “tidak”, yah…. tergantung sejauhmana pengetahuan dan pemahaman yang diberikan Tuhan pada individu yang menilai.
    Pada intinya, orang yang arif akan selalu “berbaik sangka” pada-Nya, selama menilai dengan sudut pandang yang sudah digariskan (Al-Qur’an, Sunnah, dan nalar yang baik yang tidak menyalahi kebenaran).
    Lagipula, masalah iman… bukan hal yang bisa dipandang secara zahir. semuanya ada di dalam bathin, walaupun biasanya akan muncul pada sikap hidup. trus, masalah ghaib (surga-neraka) juga bukan hak kita untuk memutuskannya…. he..he…
    So…mari kita yakin bahwa dia adalah Yang Maha Bijaksana dan segala Hal-Nya, termasuk dalam keputusan-Nya tentang Hamba-Nya..
    oks, salam….

  21. Sayyidina Ruby Says:

    dalam al qur’an tidak disebutkan bahwa surga hanya untuk orang islam, yang ada hanyalah untuk orang mukmin dan beriman.
    lagipula kl beramal hny utk surga, picik sekali pendapat orang yang mengaku sholeh itu.

  22. Sayyidina Ruby Says:

    dalam al qur’an tidak disebutkan bahwa surga hanya untuk orang islam, yang ada hanyalah untuk orang mukmin dan beriman.
    lagipula kl beramal hny utk surga, picik sekali pendapat orang yang mengaku sholeh itu.

  23. realive Says:

    seharusnya agama itu menjadi peta petunjuk bagi manusia agar dapat menemukan jalan yang benar dalam menjalani kehidupan di dunia dan berharap mendapatkan tempat terbaik sesudah mati.Namun dalam perjalanannya manusia tidak jarang menjadikan agama sebagai alasan atau dalih untuk tujuan memperoleh kekuasaan dan pengaruh yang lebih besar tapi berdampak pada perselisihan,kebencian bahkan perang yang menimbulkan banyak korban. Dan hingga saat ini setelah beratus atau bahkan beribu tahun, masalah perselisihan,kebencian,perang dan dendam antar umat beragama masih saja terjadi dengan menggunakan alasan atau dalih membela agama dan anehnya pihak-pihak yang terlibat sama-sama merasa sebagai korban dan merasa paling benar sendiri. Jadi menurut saya agama apapun bisa dijadikan sebagai alat pembenar perbuatan seorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Agama juga yang kemudian dipakai seorang atau sekelompok manusia lain untuk mengoreksi kesalahan yang diperbuat sebelumnya baik oleh diri dan kelompoknya maupun perbuatan orang lain yang dianggap salah. Karena agama bisa ditafsirkan berbeda dan diakali oleh seorang atau sekelompok manusia yang pintar dan berpengaruh maka agama bisa berdampak baik jika dipergunakan untuk hal yang baik dan sebaliknya akan berdampak buruk jika agama hanya dipakai alasan dan dalih untuk tujuan yang tidak benar.

  24. realive Says:

    seharusnya agama itu menjadi peta petunjuk bagi manusia agar dapat menemukan jalan yang benar dalam menjalani kehidupan di dunia dan berharap mendapatkan tempat terbaik sesudah mati.Namun dalam perjalanannya manusia tidak jarang menjadikan agama sebagai alasan atau dalih untuk tujuan memperoleh kekuasaan dan pengaruh yang lebih besar tapi berdampak pada perselisihan,kebencian bahkan perang yang menimbulkan banyak korban. Dan hingga saat ini setelah beratus atau bahkan beribu tahun, masalah perselisihan,kebencian,perang dan dendam antar umat beragama masih saja terjadi dengan menggunakan alasan atau dalih membela agama dan anehnya pihak-pihak yang terlibat sama-sama merasa sebagai korban dan merasa paling benar sendiri. Jadi menurut saya agama apapun bisa dijadikan sebagai alat pembenar perbuatan seorang atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Agama juga yang kemudian dipakai seorang atau sekelompok manusia lain untuk mengoreksi kesalahan yang diperbuat sebelumnya baik oleh diri dan kelompoknya maupun perbuatan orang lain yang dianggap salah. Karena agama bisa ditafsirkan berbeda dan diakali oleh seorang atau sekelompok manusia yang pintar dan berpengaruh maka agama bisa berdampak baik jika dipergunakan untuk hal yang baik dan sebaliknya akan berdampak buruk jika agama hanya dipakai alasan dan dalih untuk tujuan yang tidak benar.

  25. realita Says:

    saudara… jangan lupa.. agama hanyalah sebuah tuntunan bagi orang hidup di dunia ini. agama tidak bisa menjamin anda masuk surga, karena yang menentukan anda masuk surga atau tidak hanya Tuhan. Kebanyakan orang selalu berdebat bahwa agama A lebih benar dari agama B atau agama C. Sampai sampai yang membaca ikut bingung, sebenarnya mana yang benar. Yang harus dipahami adalah akhir dari hidup anda ini. Siapakah yang akan menghakimi anda pada akhir jaman nanti? Karena pada akhir jaman semua orang akan dihakimi. Inilah yang harus anda cari!! Kalau sudah ketemu siapa yang akan menghakimi anda, maka kepadaNyalah anda harus percaya! Bukankah orang yang percaya kepadaNya akan lebih selamat (masuk surga) dari pada orang yang tidak percaya kepada siapa yang menghakiminya nanti??

  26. realita Says:

    saudara… jangan lupa.. agama hanyalah sebuah tuntunan bagi orang hidup di dunia ini. agama tidak bisa menjamin anda masuk surga, karena yang menentukan anda masuk surga atau tidak hanya Tuhan. Kebanyakan orang selalu berdebat bahwa agama A lebih benar dari agama B atau agama C. Sampai sampai yang membaca ikut bingung, sebenarnya mana yang benar. Yang harus dipahami adalah akhir dari hidup anda ini. Siapakah yang akan menghakimi anda pada akhir jaman nanti? Karena pada akhir jaman semua orang akan dihakimi. Inilah yang harus anda cari!! Kalau sudah ketemu siapa yang akan menghakimi anda, maka kepadaNyalah anda harus percaya! Bukankah orang yang percaya kepadaNya akan lebih selamat (masuk surga) dari pada orang yang tidak percaya kepada siapa yang menghakiminya nanti??

  27. David Says:

    The statement, “God exists,” is a precisely stated proposition. Thus, it is either true or false. The
    simple fact is, either God exists or He does not. There is no middle ground. One cannot affirm logically
    both the existence and nonexistence of God. The atheist boldly states that God does not exist; the theist
    affirms just as boldly that God does exist; the agnostic laments that there is not enough evidence to make
    a decision on the matter; and the skeptic doubts that God’s existence can be proven with certainty. Who is
    correct? Does God exist or not? The only way to answer this question, of course, is to seek out and examine
    the evidence.

  28. David Says:

    The statement, “God exists,” is a precisely stated proposition. Thus, it is either true or false. The
    simple fact is, either God exists or He does not. There is no middle ground. One cannot affirm logically
    both the existence and nonexistence of God. The atheist boldly states that God does not exist; the theist
    affirms just as boldly that God does exist; the agnostic laments that there is not enough evidence to make
    a decision on the matter; and the skeptic doubts that God’s existence can be proven with certainty. Who is
    correct? Does God exist or not? The only way to answer this question, of course, is to seek out and examine
    the evidence.

  29. umat Muhammad SAW Says:

    Ikut nimbrung nah?
    Benar bahwa agama adalah sebuah tuntunan hidup, tanpa agama dunia akan kacau balau,orang akan berbuat semaunya tanpa adanya aturan,bukankah agama adalah pioner dalam sebuah aturan?mulai dari zaman nabi Adam sampai Nabi Besar Muhammad SAW kita sudah di beri aturan oleh yang Maha Kuasa,kalau ada yang berpendapat bahwa agama tidak menjamin anda masuk surga!he…he…(terserah aja sih)yang pasti agama(samawi)datangnya dari tuhan,pertanyaanya?untuk apa Allah menurunkan agama?………
    Paling tidak agama telah memberikan jalan untuk kita menuju kesana?(tergantung keyakinan masing-masing)dengan beragama,kita telah mengakui keberadaanya.bagaimana kita mengenal tuhan kalau kita tidak punya agama,katakanlah anda beragama islam,maka tuhan anda adalah ALLAH SWT(bukan yesus).BEDA AGAMA BEDA TUHAN.ada peryataan yang mengatakan bahwa semua agama adalah sama!saya orang pertama yang menolak pernyataan ini!!!apapun alasannya(karena saya termasuk orang yang kaku dalam beragama)
    lalu kemudian apakah agama menjamin kita masuk surga?he…he…., sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab sebenarnya!paling tidak dengan beragama anda sudah selangkah lebih maju untuk mengenalNYA dzat yang akan mengakhiri hidup anda di dunia. langkah selanjutnya ikuti apa yang telah di tuliskan dalam Al-Quran, kan beres?tinggal masalah keyakinan,peduli amat orang A mengatakan A yang benar,orang B mengatakan B yang benar, kalau anda bingung?berarti belum timbul yakin pada diri anda.
    Wassalam.

  30. umat Muhammad SAW Says:

    Ikut nimbrung nah?
    Benar bahwa agama adalah sebuah tuntunan hidup, tanpa agama dunia akan kacau balau,orang akan berbuat semaunya tanpa adanya aturan,bukankah agama adalah pioner dalam sebuah aturan?mulai dari zaman nabi Adam sampai Nabi Besar Muhammad SAW kita sudah di beri aturan oleh yang Maha Kuasa,kalau ada yang berpendapat bahwa agama tidak menjamin anda masuk surga!he…he…(terserah aja sih)yang pasti agama(samawi)datangnya dari tuhan,pertanyaanya?untuk apa Allah menurunkan agama?………
    Paling tidak agama telah memberikan jalan untuk kita menuju kesana?(tergantung keyakinan masing-masing)dengan beragama,kita telah mengakui keberadaanya.bagaimana kita mengenal tuhan kalau kita tidak punya agama,katakanlah anda beragama islam,maka tuhan anda adalah ALLAH SWT(bukan yesus).BEDA AGAMA BEDA TUHAN.ada peryataan yang mengatakan bahwa semua agama adalah sama!saya orang pertama yang menolak pernyataan ini!!!apapun alasannya(karena saya termasuk orang yang kaku dalam beragama)
    lalu kemudian apakah agama menjamin kita masuk surga?he…he…., sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab sebenarnya!paling tidak dengan beragama anda sudah selangkah lebih maju untuk mengenalNYA dzat yang akan mengakhiri hidup anda di dunia. langkah selanjutnya ikuti apa yang telah di tuliskan dalam Al-Quran, kan beres?tinggal masalah keyakinan,peduli amat orang A mengatakan A yang benar,orang B mengatakan B yang benar, kalau anda bingung?berarti belum timbul yakin pada diri anda.
    Wassalam.

  31. Fitri Says:

    yang perlu di lakukan adalah mematuhi perintah agama yang kita anut dan menjauhi laranganannya. begitu yang saya pahami.
    artikel yang cukup menarik =)

  32. Fitri Says:

    yang perlu di lakukan adalah mematuhi perintah agama yang kita anut dan menjauhi laranganannya. begitu yang saya pahami.
    artikel yang cukup menarik =)

  33. gondhank Says:

    Kalau masing-masing pihak menyatakan ada ‘jatah’ surga bagi keyakinan masing-masing, ya sudah biarin saja, bisa jadi mereka akan masuk ke surga yang berbeda juga. Karena yang namanya ‘benar’ dan ‘salah’ itu seperti biner, nol ato satu, tidak ada yang ‘paling benar’ apalagi ‘agak benar’, ‘agak salah’, ‘paling salah’ dst.

  34. gondhank Says:

    Kalau masing-masing pihak menyatakan ada ‘jatah’ surga bagi keyakinan masing-masing, ya sudah biarin saja, bisa jadi mereka akan masuk ke surga yang berbeda juga. Karena yang namanya ‘benar’ dan ‘salah’ itu seperti biner, nol ato satu, tidak ada yang ‘paling benar’ apalagi ‘agak benar’, ‘agak salah’, ‘paling salah’ dst.

  35. Ali Says:

    Beda muslim yang baik dengan nonmuslim yang baik adalah::::::
    Shalat……. Dalam agama islam shalat adalah tiang agama dan menjadi kunci bagi ibadah2 lainnya…
    Barangsiapa meninggalkan shalat maka amal ibadahnya tidak akan diterima….

  36. Ali Says:

    Beda muslim yang baik dengan nonmuslim yang baik adalah::::::
    Shalat……. Dalam agama islam shalat adalah tiang agama dan menjadi kunci bagi ibadah2 lainnya…
    Barangsiapa meninggalkan shalat maka amal ibadahnya tidak akan diterima….

  37. Doraemon Says:

    Dalam Islam yang jelas, Hamblum Minallah..Muslim, Non-Muslim..Sedangkan Hablum minannas..masalah ibadah. Mengenai pendapat di atas memang saya setuju, untuk sedikit menggaris bawahi..Kata ” SHOLEH “, dalam pengertian yang sesungguhnya di ambil dari Islam, Jadi seandainya ada orang ” SHOLEH ” itu kaku, jelas..bukan ” SHOLEH ” itu berarti ” Si SHOLEH “..karena dah jelas, Kalo ” SHOLEH ” pasti nggak kaku..

  38. Doraemon Says:

    Dalam Islam yang jelas, Hamblum Minallah..Muslim, Non-Muslim..Sedangkan Hablum minannas..masalah ibadah. Mengenai pendapat di atas memang saya setuju, untuk sedikit menggaris bawahi..Kata ” SHOLEH “, dalam pengertian yang sesungguhnya di ambil dari Islam, Jadi seandainya ada orang ” SHOLEH ” itu kaku, jelas..bukan ” SHOLEH ” itu berarti ” Si SHOLEH “..karena dah jelas, Kalo ” SHOLEH ” pasti nggak kaku..

  39. Diwanto Wuryantoro Says:

    Dalam islam jelas dikatakan bahwa amalan tergantung niatnya. Jadi walaupun anda beragama islam tetapi amalan tersebut bukan diniatkan karena ridho Allah, Maka amalan tersebut tidak akan bernilai ibadah (wajar karena mungkin ia berbuat karena takut org lain, biar dipuji, cari keuntungan)

    Perbuatan org islam saja tidak semuanya mendapatkan pahala, apalagi untuk orang-orang non muslim yang jelas-jelas tidak mengenal Allah (tuhan yang maha Esa). Dalam islam mengesakan tuhan adalah landasan yang paling fundamental. Esa dalam tindakan, zat dan hakikat. Esa dalam Islam mengandung pengertian yang lugas. Jika ada agama lain yang memandang tuhan selugas pengertaian tuhan yang esa didalam islam Saya jamin merekapun layak mendapatkan imbalan pahala dalam perbuatan baiknya.Tidak ada pandangan dalam islam Tuhan itu memiliki anak, mengangkat anak, banyak oknum tapi hakikatnya satu.

    Orang-orang musyrik mekah zaman nabi saja dikatakan kafir, walaupun jelas-jelas mereka mengenal Allah. lantaran mereka menyembah berhala-berhala. Mereka katakan mereka tidak menyembah berhala tetapi Allah, dan berhala-berhala tersebut hanya sarana atau perantara untuk menyembah Allah.

  40. Diwanto Wuryantoro Says:

    Dalam islam jelas dikatakan bahwa amalan tergantung niatnya. Jadi walaupun anda beragama islam tetapi amalan tersebut bukan diniatkan karena ridho Allah, Maka amalan tersebut tidak akan bernilai ibadah (wajar karena mungkin ia berbuat karena takut org lain, biar dipuji, cari keuntungan)

    Perbuatan org islam saja tidak semuanya mendapatkan pahala, apalagi untuk orang-orang non muslim yang jelas-jelas tidak mengenal Allah (tuhan yang maha Esa). Dalam islam mengesakan tuhan adalah landasan yang paling fundamental. Esa dalam tindakan, zat dan hakikat. Esa dalam Islam mengandung pengertian yang lugas. Jika ada agama lain yang memandang tuhan selugas pengertaian tuhan yang esa didalam islam Saya jamin merekapun layak mendapatkan imbalan pahala dalam perbuatan baiknya.Tidak ada pandangan dalam islam Tuhan itu memiliki anak, mengangkat anak, banyak oknum tapi hakikatnya satu.

    Orang-orang musyrik mekah zaman nabi saja dikatakan kafir, walaupun jelas-jelas mereka mengenal Allah. lantaran mereka menyembah berhala-berhala. Mereka katakan mereka tidak menyembah berhala tetapi Allah, dan berhala-berhala tersebut hanya sarana atau perantara untuk menyembah Allah.

  41. Masrial. MR Says:

    Makna Sholeh disini adalah : Amal perbuatan kita semasa di dunia ini :
    1. Adapun orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal soleh, Maka bagi mereka Surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan (Q.S-32:19)
    2. …. tetapi orang-orang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yg tinggi (dalam surga) (Q.S.34:37)
    3. …dan diserukan kepada mereka: “Itulah Surga yg diwariskan kepadamu, disebabkab apa yang dahulu kamu kerjakan. (Q.S-7:43)
    4. …. masuklah kamu ke dalam Surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S-16:32)
    5. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan (Q.S-43:72).

    Kita masuk Neraka juga akibat perbuatan kita sendiri :
    ….peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur’an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri (Q.S-6:70).
    Jadi secara langsung perbuatan kitalah yang mengantarkan kita ke surga atau neraka. Tapi perlu diingat bahwa kita dapat berbuat baik adalah berkat nikmat berupa petunjuk dan bimbingan dari Allah, kalau bukan karena (petunjuk) dari Allah tentu kita bisa tersesat dari jalan yang lurus. Dikatakan secara langsung kita masuk ke Surga karena rahmat Allah SWT (atau tepatnya karena Nikmat Allah)
    “Jikalau tidaklah karena Nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke Neraka)” (Q.S-37:57). Nikmat yg mana? Tentu saja Nikmat berupa petunjuk kepada Iman dan Islam.

    “…. Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku padamu dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu” (Q.S-5:3)

    “…. Alah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah didalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekapiran, kepasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus sebagai karunia dan nikmat dari Allah dan Allah maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Q.S – 49:7-8).
    “… Takutlah kepada-Ku dan agar Ku-sempurnakan Nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk” (Q.S-2:150).

    Jadi kesimpulannya. Jika dikatakan kita masuk surga karena rahmat (Nikmat) Allah adalah benar. Tapi jika dikatakan kita masuk surga BUKAN karena amal Sholeh yang kita perbuat adalah salah. AMAL SHOLEH adalah penyebab langsung, sedangkan Nikmat Allah adalah penyebab tidak langsung. Bukankah kita bisa beramal sholeh juga karena nikmat dari Allah berupa Iman, Islam, nikmat kehidupan dan kesehatan. Prev: IKHLAS.

  42. Masrial. MR Says:

    Makna Sholeh disini adalah : Amal perbuatan kita semasa di dunia ini :
    1. Adapun orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal soleh, Maka bagi mereka Surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan (Q.S-32:19)
    2. …. tetapi orang-orang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yg tinggi (dalam surga) (Q.S.34:37)
    3. …dan diserukan kepada mereka: “Itulah Surga yg diwariskan kepadamu, disebabkab apa yang dahulu kamu kerjakan. (Q.S-7:43)
    4. …. masuklah kamu ke dalam Surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S-16:32)
    5. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan (Q.S-43:72).

    Kita masuk Neraka juga akibat perbuatan kita sendiri :
    ….peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur’an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri (Q.S-6:70).
    Jadi secara langsung perbuatan kitalah yang mengantarkan kita ke surga atau neraka. Tapi perlu diingat bahwa kita dapat berbuat baik adalah berkat nikmat berupa petunjuk dan bimbingan dari Allah, kalau bukan karena (petunjuk) dari Allah tentu kita bisa tersesat dari jalan yang lurus. Dikatakan secara langsung kita masuk ke Surga karena rahmat Allah SWT (atau tepatnya karena Nikmat Allah)
    “Jikalau tidaklah karena Nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke Neraka)” (Q.S-37:57). Nikmat yg mana? Tentu saja Nikmat berupa petunjuk kepada Iman dan Islam.

    “…. Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku padamu dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu” (Q.S-5:3)

    “…. Alah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah didalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekapiran, kepasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus sebagai karunia dan nikmat dari Allah dan Allah maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Q.S – 49:7-8).
    “… Takutlah kepada-Ku dan agar Ku-sempurnakan Nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk” (Q.S-2:150).

    Jadi kesimpulannya. Jika dikatakan kita masuk surga karena rahmat (Nikmat) Allah adalah benar. Tapi jika dikatakan kita masuk surga BUKAN karena amal Sholeh yang kita perbuat adalah salah. AMAL SHOLEH adalah penyebab langsung, sedangkan Nikmat Allah adalah penyebab tidak langsung. Bukankah kita bisa beramal sholeh juga karena nikmat dari Allah berupa Iman, Islam, nikmat kehidupan dan kesehatan. Prev: IKHLAS.

  43. anti kaku Says:

    maka bagi yang kaku..
    - bagaimana dengan mereka yg ada sebelum adanya agama Islam ataupun blom mendengar kebenaran ttg tuhan itu adalah Allah dari kaum Yahudi ataupun Nasrani, namun mereka melakukan hal hal yang mulia, keadilan Allah yang bagaimanakah terjadi kepada mereka perihal surga??bukankan Allah itu MahaAdil??tidak layakkah mreka juga masuk surga bersertamu wahai orang2 kaku??..

    ” Jadi kesimpulannya. Jika dikatakan kita masuk surga karena rahmat (Nikmat) Allah adalah benar. Tapi jika dikatakan kita masuk surga BUKAN karena amal Sholeh yang kita perbuat adalah salah. AMAL SHOLEH adalah penyebab langsung, sedangkan Nikmat Allah adalah penyebab tidak langsung. Bukankah kita bisa beramal sholeh juga karena nikmat dari Allah berupa Iman, Islam, nikmat kehidupan dan kesehatan. Prev: IKHLAS ”
    apakah itu berarti kalau kita tidak menerima nikmat Allah, kita tidak perlu beramal sholeh??
    amal sholeh itu bukan ‘karena’ akan tetapi ‘meskipun’..itu yg mulia..!!

    jadi, muliakanlah perbuatan, sikap, perkataan dan pemikiran kita sejalan dengan DIA dan memuliakan sesama kita..
    urusan Surga itu terserah padaNYA..gak usah nuntut ato ngejudge yang ini pantas, yang ini tidak pantas masuk surga..
    lakukan bagian kita sebagai umatNYA..maka DIApun akan melakukan bagianNYA sebagai Allah pemilik alam semesta..

  44. anti kaku Says:

    maka bagi yang kaku..
    - bagaimana dengan mereka yg ada sebelum adanya agama Islam ataupun blom mendengar kebenaran ttg tuhan itu adalah Allah dari kaum Yahudi ataupun Nasrani, namun mereka melakukan hal hal yang mulia, keadilan Allah yang bagaimanakah terjadi kepada mereka perihal surga??bukankan Allah itu MahaAdil??tidak layakkah mreka juga masuk surga bersertamu wahai orang2 kaku??..

    ” Jadi kesimpulannya. Jika dikatakan kita masuk surga karena rahmat (Nikmat) Allah adalah benar. Tapi jika dikatakan kita masuk surga BUKAN karena amal Sholeh yang kita perbuat adalah salah. AMAL SHOLEH adalah penyebab langsung, sedangkan Nikmat Allah adalah penyebab tidak langsung. Bukankah kita bisa beramal sholeh juga karena nikmat dari Allah berupa Iman, Islam, nikmat kehidupan dan kesehatan. Prev: IKHLAS ”
    apakah itu berarti kalau kita tidak menerima nikmat Allah, kita tidak perlu beramal sholeh??
    amal sholeh itu bukan ‘karena’ akan tetapi ‘meskipun’..itu yg mulia..!!

    jadi, muliakanlah perbuatan, sikap, perkataan dan pemikiran kita sejalan dengan DIA dan memuliakan sesama kita..
    urusan Surga itu terserah padaNYA..gak usah nuntut ato ngejudge yang ini pantas, yang ini tidak pantas masuk surga..
    lakukan bagian kita sebagai umatNYA..maka DIApun akan melakukan bagianNYA sebagai Allah pemilik alam semesta..

  45. Ihwan Says:

    Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualikum… Yg jelas cari tau aja dirikata sendiri. Siapa kita ini? Karna orang yang kenal akan dirinya dia pasti tau siapa Tuhannya? Dan orang yang tau akan Tuhannya dia tidak akan gegabah dalam hidupnya karna dunia baginya tempatnya duri-duri tajam yang kapan pun siap menusuknya dari berbagai arah apabila dia lengah. Untuk saudara-saudaraku sekalian mulailah kenali diri kita sendiri tak usah repot-repot mencari identitas orang yang gak penting buat kita. Toh apabila waktunya tiba, kita sendirikan yang akan mempertanggung jawabkannya. Wassalam…

  46. Ihwan Says:

    Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualikum… Yg jelas cari tau aja dirikata sendiri. Siapa kita ini? Karna orang yang kenal akan dirinya dia pasti tau siapa Tuhannya? Dan orang yang tau akan Tuhannya dia tidak akan gegabah dalam hidupnya karna dunia baginya tempatnya duri-duri tajam yang kapan pun siap menusuknya dari berbagai arah apabila dia lengah. Untuk saudara-saudaraku sekalian mulailah kenali diri kita sendiri tak usah repot-repot mencari identitas orang yang gak penting buat kita. Toh apabila waktunya tiba, kita sendirikan yang akan mempertanggung jawabkannya. Wassalam…

  47. Rauldphoenix Says:

    Setuju merujuk apa yang telah disebut oleh @anti kaku & Ihwan. Jangan mengurus urusan Allah SWT karena Allah punya caraNya sendiri dalam menentukan siapa yang diterima ibadahnya atau tidak. Kita hambaNya hanya diperintahkan menunaikan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Soal apakah dia yang non-muslim yang berbuat baik akan masuk syurga atau neraka bukan urusan kita. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam surat Al Kafirun 1-6 :
    1. Katakanlah,” Hai orang-orang kafir !
    2. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.
    3. Dan tiada (pula) kamu menyembah Tuhan yang aku sembah.
    4. Dan aku bukan penyembah apa yang biasa kamu sembah.
    5. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.
    6. Bagimu agamamu dan untukku agamaku”.

    So, be wise brothers and sisters. Mari kita saling memperingatkan dan menjaga. Jangan menghakimi sesama manusia karena belum tentu kita lebih baik dari mereka. Sesuatu yang berlebihan tidak disukai oleh Allah.

  48. Rauldphoenix Says:

    Setuju merujuk apa yang telah disebut oleh @anti kaku & Ihwan. Jangan mengurus urusan Allah SWT karena Allah punya caraNya sendiri dalam menentukan siapa yang diterima ibadahnya atau tidak. Kita hambaNya hanya diperintahkan menunaikan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Soal apakah dia yang non-muslim yang berbuat baik akan masuk syurga atau neraka bukan urusan kita. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam surat Al Kafirun 1-6 :
    1. Katakanlah,” Hai orang-orang kafir !
    2. Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.
    3. Dan tiada (pula) kamu menyembah Tuhan yang aku sembah.
    4. Dan aku bukan penyembah apa yang biasa kamu sembah.
    5. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.
    6. Bagimu agamamu dan untukku agamaku”.

    So, be wise brothers and sisters. Mari kita saling memperingatkan dan menjaga. Jangan menghakimi sesama manusia karena belum tentu kita lebih baik dari mereka. Sesuatu yang berlebihan tidak disukai oleh Allah.

  49. pusat herbal alami Says:

    hmmm isi artikelnya cukup untuk menaikkan traficc yang bagus,,,tapi ketahuilah bahwa semua orang kafir pasti amalnya gak di terima.

  50. pusat herbal alami Says:

    hmmm isi artikelnya cukup untuk menaikkan traficc yang bagus,,,tapi ketahuilah bahwa semua orang kafir pasti amalnya gak di terima.

  51. Nila Says:

    Saya menemui banyak pertanyaan semacam ini hingga membuat saya menemukan jawaban.
    Pilihan untuk menjadi seorang muslim adalah pilihan yang tepat mutlak. Menjadi aneh jika disamakan antara muslim-nonmuslim.
    Analoginya begini:
    Saat kita tidak terdaftar sebagai peserta dalam suatu perlombaan lari maka meski kita lari sekencang apapun atau bahkan lebih kencang dari juaranya akan terhitung NOL.
    Diterimanya amalan manusia pun seperti itu, tiketnya adalah menjadi seorang muslim.
    Wallahu a’lam bish shawab.

  52. Nila Says:

    Saya menemui banyak pertanyaan semacam ini hingga membuat saya menemukan jawaban.
    Pilihan untuk menjadi seorang muslim adalah pilihan yang tepat mutlak. Menjadi aneh jika disamakan antara muslim-nonmuslim.
    Analoginya begini:
    Saat kita tidak terdaftar sebagai peserta dalam suatu perlombaan lari maka meski kita lari sekencang apapun atau bahkan lebih kencang dari juaranya akan terhitung NOL.
    Diterimanya amalan manusia pun seperti itu, tiketnya adalah menjadi seorang muslim.
    Wallahu a’lam bish shawab.

  53. fauzy Says:

    yang jelas amal-amal kebajikan selalu membawa efek positip di dunia. Adapun di akherot waallohu alam. So terus ! perbanyak kebajikan

  54. fauzy Says:

    yang jelas amal-amal kebajikan selalu membawa efek positip di dunia. Adapun di akherot waallohu alam. So terus ! perbanyak kebajikan

  55. akhmad ahdiyat Says:

    berfikirlah keras.. maka kau akan menemukan bahwa Islam lah jawabannya.. Apa perlu kita seperti Einstein yg sudah jelas2 menolak Yahudi (yg sekarang,sudah bajakan) dan Nasrani (yg sekarang,sudah bajakan).. Sayang aja Einstein belum mengenal Islam..

  56. akhmad ahdiyat Says:

    berfikirlah keras.. maka kau akan menemukan bahwa Islam lah jawabannya.. Apa perlu kita seperti Einstein yg sudah jelas2 menolak Yahudi (yg sekarang,sudah bajakan) dan Nasrani (yg sekarang,sudah bajakan).. Sayang aja Einstein belum mengenal Islam..

  57. Sofyan Says:

    Saya memilih tidak beragama.. :D

  58. Sofyan Says:

    Saya memilih tidak beragama.. :D

  59. the_light Says:

    Saya sepakat dengan Ibnu Mansoura.

    Sepengetahuan saya syahadatain itu berbeda-beda. Syahadat Tauhidnya SAMA. Cuma syahadat rasulnya yang berbeda, sesuai dengan zamannya.

    So…orang2 dulu yang hidup pada masa Nabi Musa a.s. dan mereka beriman kepada Allah dan Nabi Musa a.s., ya….DITERIMAlah oleh Allah semua amal kebaikannya. Dan apabila mereka beriman dan beramal shaleh…..surga adalah tempatnya di akherat kelak.

    Begitu juga dengan ummat Nabi Isa a.s., Nabi Muhammad s.a.w. dan semua rasul2 Allah lainnya. Bukankah kita wajib mempercayai 25 Rasul Allah ?

    Trims.

  60. the_light Says:

    Saya sepakat dengan Ibnu Mansoura.

    Sepengetahuan saya syahadatain itu berbeda-beda. Syahadat Tauhidnya SAMA. Cuma syahadat rasulnya yang berbeda, sesuai dengan zamannya.

    So…orang2 dulu yang hidup pada masa Nabi Musa a.s. dan mereka beriman kepada Allah dan Nabi Musa a.s., ya….DITERIMAlah oleh Allah semua amal kebaikannya. Dan apabila mereka beriman dan beramal shaleh…..surga adalah tempatnya di akherat kelak.

    Begitu juga dengan ummat Nabi Isa a.s., Nabi Muhammad s.a.w. dan semua rasul2 Allah lainnya. Bukankah kita wajib mempercayai 25 Rasul Allah ?

    Trims.

  61. sering online Says:

    gue pribadi lebih pusing memikirkan apakah DIRI GUE SENDIRI sudah layak masuk surga atau belum.

  62. sering online Says:

    gue pribadi lebih pusing memikirkan apakah DIRI GUE SENDIRI sudah layak masuk surga atau belum.

  63. entah siapa Says:

    sebenarnya mau ditempatkan di surga, mau amal baik diterima atw tdk itu adalah urusan NYA. tapi karena diajak berpikir maka saya pikir perbuatan baik yg diterima adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA. Berikut saya punya teja-teki: para binatang berkaki empat sedang merumput di lapangan, semua kerbau normal berkaki empat, para kerbau akan dimasukkan ke kandangnya oleh yg punya, lalu apakah kambing yg juga berkaki empat juga akan diikutkan?

  64. entah siapa Says:

    sebenarnya mau ditempatkan di surga, mau amal baik diterima atw tdk itu adalah urusan NYA. tapi karena diajak berpikir maka saya pikir perbuatan baik yg diterima adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA. Berikut saya punya teja-teki: para binatang berkaki empat sedang merumput di lapangan, semua kerbau normal berkaki empat, para kerbau akan dimasukkan ke kandangnya oleh yg punya, lalu apakah kambing yg juga berkaki empat juga akan diikutkan?

  65. entahsiapaini Says:

    sebenarnya DIA mau menempatkan di surga atau neraka.. mau menerima amal baik atau tidak adalah mutlak kekuasaanNYA.

    tapi karena diajak berpikir dg logika yg tidak sempurna dan dengan keterbatasan otak ini maka saya pikir perbuatan baik yg akan diterima dan dibalas adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA.. karena biasanya kalau kita kirim surat pada si A yg balas juga si A.. kalau alamat penerima gak jelas ya suratnya tdk akan pernah sampai di tujuan..

    nah.. kalau perbuatan baik tak pernah tercatat ditambah tidak melakukan perintah NYA ditambah dosa sedikit, kira2 dimana posisi yg pantas untuk orang yg demikian?

    berikut saya punya teka-teki: ada berbagai jenis ternak berkaki empat merumput di lapangan. kerbau, sapi dan kambing normal adalah ternak berkaki empat. ketika yg punya ternak ingin memasukkan kerbau kedalam kandang, apakah kambing juga akan diikutkan karena dia juga berkaki empat?

  66. entahsiapaini Says:

    sebenarnya DIA mau menempatkan di surga atau neraka.. mau menerima amal baik atau tidak adalah mutlak kekuasaanNYA.

    tapi karena diajak berpikir dg logika yg tidak sempurna dan dengan keterbatasan otak ini maka saya pikir perbuatan baik yg akan diterima dan dibalas adalah perbuatan baik yg dilakukan untuk NYA.. karena biasanya kalau kita kirim surat pada si A yg balas juga si A.. kalau alamat penerima gak jelas ya suratnya tdk akan pernah sampai di tujuan..

    nah.. kalau perbuatan baik tak pernah tercatat ditambah tidak melakukan perintah NYA ditambah dosa sedikit, kira2 dimana posisi yg pantas untuk orang yg demikian?

    berikut saya punya teka-teki: ada berbagai jenis ternak berkaki empat merumput di lapangan. kerbau, sapi dan kambing normal adalah ternak berkaki empat. ketika yg punya ternak ingin memasukkan kerbau kedalam kandang, apakah kambing juga akan diikutkan karena dia juga berkaki empat?

  67. entah siapa Says:

    sebenarnya bukan urusan kita memikirkan tindakan TUHAN.

    tapi karena diajak berpikir saya akan coba dengan pikiran yg terbatas dan logika yg cacat ini. saya pikir yg diterima hanya yg beramal untuknya.
    kira2 kalau kita kirim surat tapi alamatnya gak jelas apakah suratnya sampai di tujuan?

  68. entah siapa Says:

    sebenarnya bukan urusan kita memikirkan tindakan TUHAN.

    tapi karena diajak berpikir saya akan coba dengan pikiran yg terbatas dan logika yg cacat ini. saya pikir yg diterima hanya yg beramal untuknya.
    kira2 kalau kita kirim surat tapi alamatnya gak jelas apakah suratnya sampai di tujuan?

  69. boris Says:

    Assalamu’alaikum Wr,wb

    Salam Sabar Saudara-saudaraku sayang…

    Yang tau masalh gaib Hanya Allah SWT, dan kita2 sblomnya seperti Taurat, injil dll yang ALLAH SWT turunkan kepada para NAbi Allah untuk pesah kepada hambanya untuk menjalakan yang benar dan menjaui larangannya. kita sebagai Anak Cucu dari Nabi Adam AS dan samapai Nabi Terakhir Nabi Besar Muhammad SAW dan telah di sempurnakan Al-Quran Sebagai kitab Terakhir. Dan Orang ya bijak akan menilai apa yg baik dan mana yg tdk baik, tegantung dari manusianya sendiri….

    Wassalamu’alaiku Wr,Wb
    Salam Sabar

  70. boris Says:

    Assalamu’alaikum Wr,wb

    Salam Sabar Saudara-saudaraku sayang…

    Yang tau masalh gaib Hanya Allah SWT, dan kita2 sblomnya seperti Taurat, injil dll yang ALLAH SWT turunkan kepada para NAbi Allah untuk pesah kepada hambanya untuk menjalakan yang benar dan menjaui larangannya. kita sebagai Anak Cucu dari Nabi Adam AS dan samapai Nabi Terakhir Nabi Besar Muhammad SAW dan telah di sempurnakan Al-Quran Sebagai kitab Terakhir. Dan Orang ya bijak akan menilai apa yg baik dan mana yg tdk baik, tegantung dari manusianya sendiri….

    Wassalamu’alaiku Wr,Wb
    Salam Sabar

  71. Elmon Reski Says:

    ingatlah..perbuatan baik muslim diberi pahala, perbuatan buruknya diberi hukuman dan hukuman tersebut jelas berbeda dengan bagaimana Allah menghukum nonmuslim. (Org yg mengetahui, tetapi tetap berbuat dosa maka hukumannya akan lebih berat dibanding org yg tidak mengetahui).
    Jangan sekali-kali membuat contoh logika murahan untuk merancukan perbedaan muslim dan non muslim karena akal kita terbatas.”Tidaklah Allah memberikan ILmu kepada manusia kecuali sangat sedikit”
    Ingatlah bahwa bumi kita pun hanya bagaikan debu di alam semesta, apalagi diri kita dengan sedikit akal ini dibanding Allah Yang Maha Mengetahui.

  72. Elmon Reski Says:

    ingatlah..perbuatan baik muslim diberi pahala, perbuatan buruknya diberi hukuman dan hukuman tersebut jelas berbeda dengan bagaimana Allah menghukum nonmuslim. (Org yg mengetahui, tetapi tetap berbuat dosa maka hukumannya akan lebih berat dibanding org yg tidak mengetahui).
    Jangan sekali-kali membuat contoh logika murahan untuk merancukan perbedaan muslim dan non muslim karena akal kita terbatas.”Tidaklah Allah memberikan ILmu kepada manusia kecuali sangat sedikit”
    Ingatlah bahwa bumi kita pun hanya bagaikan debu di alam semesta, apalagi diri kita dengan sedikit akal ini dibanding Allah Yang Maha Mengetahui.

  73. Maha Suci Allah Says:

    Wah ngasih komen ahhh….
    Berbaik sangkalah pada Allah. Allah itu Maha Berkehendak. Surga maupun neraka adalah urusan Allah.
    Menurut saya kedua pendapat yang bertentangan tersebut tidak ada yang benar tetapi jg tidak ada yang salah.
    Yang jd pertanyaan knapa kok mereka yang menentukan seseorang atau suatu kaum atau suatu golongan itu masuk surga ataupun neraka. Kalau seperti itu jdnya kita donk yg nentuin mana yg msk surga dan mana yg msk neraka. Padahal kan itu adalah hak Allah. Jd bukankah lebih baik diserahin saja sepenuhnya pd Allah. Allah Maha Tahu Apa yg dikerjakan oleh kita. Menurut saya jangan terjadi perpecahan antara kita sesama muslim akibat perbedaan pendapat tersebut. Semoga Allah membalas semua kebaikan kita dan mengampuni atas semua dosa dan kesalahan kita jika kita bertobat kpd-Nya. Aminnnn

  74. Maha Suci Allah Says:

    Wah ngasih komen ahhh….
    Berbaik sangkalah pada Allah. Allah itu Maha Berkehendak. Surga maupun neraka adalah urusan Allah.
    Menurut saya kedua pendapat yang bertentangan tersebut tidak ada yang benar tetapi jg tidak ada yang salah.
    Yang jd pertanyaan knapa kok mereka yang menentukan seseorang atau suatu kaum atau suatu golongan itu masuk surga ataupun neraka. Kalau seperti itu jdnya kita donk yg nentuin mana yg msk surga dan mana yg msk neraka. Padahal kan itu adalah hak Allah. Jd bukankah lebih baik diserahin saja sepenuhnya pd Allah. Allah Maha Tahu Apa yg dikerjakan oleh kita. Menurut saya jangan terjadi perpecahan antara kita sesama muslim akibat perbedaan pendapat tersebut. Semoga Allah membalas semua kebaikan kita dan mengampuni atas semua dosa dan kesalahan kita jika kita bertobat kpd-Nya. Aminnnn

  75. utha_freak Says:

    Nimbrung ah dikir…
    Allah itukan mempunyai sifat rahman dan rahim. jadi dari sini saja sudah bisa kita ketahui. -___-a

  76. utha_freak Says:

    Nimbrung ah dikir…
    Allah itukan mempunyai sifat rahman dan rahim. jadi dari sini saja sudah bisa kita ketahui. -___-a

  77. Fitriana Says:

    Maaf entah kenapa saya kurang sereg sama kata2:
    “Perbuatan mulia semulia apapun, sekalipun lebih mulia dari perbuatan dan pengabdian para nabi sekalipun, maka sungguh perbuatan mereka akan sia-sia belaka jika tidak digandengkan dengan keimanan kepada Tuhan”

    Kata tersebut tidak relefan, Orang nonmuslim mana yang dapat melebihi pengapdian para Nami dalam memperjuangkan Agama????????
    Mohon dibenarkan lagi, agar tidak menimbulkan pemikiran2/ansumsi yang salah. Terimakasih

  78. Fitriana Says:

    Maaf entah kenapa saya kurang sereg sama kata2:
    “Perbuatan mulia semulia apapun, sekalipun lebih mulia dari perbuatan dan pengabdian para nabi sekalipun, maka sungguh perbuatan mereka akan sia-sia belaka jika tidak digandengkan dengan keimanan kepada Tuhan”

    Kata tersebut tidak relefan, Orang nonmuslim mana yang dapat melebihi pengapdian para Nami dalam memperjuangkan Agama????????
    Mohon dibenarkan lagi, agar tidak menimbulkan pemikiran2/ansumsi yang salah. Terimakasih

  79. xxx Says:

    Allah Maha Kuasa… siapa berani mendikte keinginannya? Malaikat bahkan Nabipun Tidak bisa! Semua cuma makhluk…semua debu didepan Tuhan… lagian surga yang dibahas itu khan yang masih terbersit dihati kalian… jauh panggang dari apa…unit bicara semesta…makhluk bicara pencipta… Al-Quran dalam bahasa adalah Arab, Al-Qur’an dalam makna adalah universal…

  80. xxx Says:

    Allah Maha Kuasa… siapa berani mendikte keinginannya? Malaikat bahkan Nabipun Tidak bisa! Semua cuma makhluk…semua debu didepan Tuhan… lagian surga yang dibahas itu khan yang masih terbersit dihati kalian… jauh panggang dari apa…unit bicara semesta…makhluk bicara pencipta… Al-Quran dalam bahasa adalah Arab, Al-Qur’an dalam makna adalah universal…

  81. Dennis Says:

    Yang perlu dikaji lebih dlm lg makna dari kafir itu sndiri, karna tdk sdikit juga orang yg mengaku islam tapi perbuatannya jauh dr apa yg dia anut, saya kira sang maha adil pasti tahu tntang smua apa2 yg d perbuat makhluknya slma hdup d dunia ini tanpa membeda2 kan.. Bkankah tiap agama juga intinya sama mengarahkan akhlak tiap manusia menuju pada semua kebaikan karna smua berasal dari yg maha baik

  82. Dennis Says:

    Yang perlu dikaji lebih dlm lg makna dari kafir itu sndiri, karna tdk sdikit juga orang yg mengaku islam tapi perbuatannya jauh dr apa yg dia anut, saya kira sang maha adil pasti tahu tntang smua apa2 yg d perbuat makhluknya slma hdup d dunia ini tanpa membeda2 kan.. Bkankah tiap agama juga intinya sama mengarahkan akhlak tiap manusia menuju pada semua kebaikan karna smua berasal dari yg maha baik

  83. kidipowardoyo Says:

    Bolak-balik kok Allah Maha Kuasa, malah tidak berkehendak manusia melainkan dikehendaki Allah s. a Insaan Q.S. 76: 30. dan tak ada KEJADIAN yang bukan kehendak Allah. Bom atoom meletuspun kehendakNya. s.at Tabah Q.S. 9: 541. Jadi bagaimana? Ya wong urip sak dermo nglakoni. Wiss. Gitu aja kok repot. Rukun IMAN mengatakan , percaya kepada TAKDIR baik maupun buruk Itu keyaklinan yang BENAR. Yang masih ragu-ragu pikirannya morat-marit, malah sengsara sendiri lahir dan batin. Ya su- DAAAAG. MERDEKAAA.

  84. kidipowardoyo Says:

    Bolak-balik kok Allah Maha Kuasa, malah tidak berkehendak manusia melainkan dikehendaki Allah s. a Insaan Q.S. 76: 30. dan tak ada KEJADIAN yang bukan kehendak Allah. Bom atoom meletuspun kehendakNya. s.at Tabah Q.S. 9: 541. Jadi bagaimana? Ya wong urip sak dermo nglakoni. Wiss. Gitu aja kok repot. Rukun IMAN mengatakan , percaya kepada TAKDIR baik maupun buruk Itu keyaklinan yang BENAR. Yang masih ragu-ragu pikirannya morat-marit, malah sengsara sendiri lahir dan batin. Ya su- DAAAAG. MERDEKAAA.

  85. iluminated Says:

    saya punya pertanyaan..
    Kalau ada suku terpencil yang tak pernah tersentuh peradaban dunia dan tidak pernah mengenal agama apakah tidak bisa masuk surga?atau karena keterbatasannya atau kebiasaan lingkungan yang mendarahdaging memang budaya melakukan hal tidak sesuai dg ajaran agama tidak bisa masuk surga?
    Apakah orang tak beragama walaupun tak pernah berbuat dosa tidak layak masuk surga?
    Bagaimana kalau keadaan memang tidak memungkinkan seseorang mengetahui agama tertentu namun dia orang baik?apa tidak layak?

    Kalau begitu kasian sekali mereka yang sama2 diciptakan, karena kebetulan mereka tidak bisa atau tidak mengenal agama, sudah pasti masuk neraka.. Ngapain juga diciptakan?

  86. iluminated Says:

    saya punya pertanyaan..
    Kalau ada suku terpencil yang tak pernah tersentuh peradaban dunia dan tidak pernah mengenal agama apakah tidak bisa masuk surga?atau karena keterbatasannya atau kebiasaan lingkungan yang mendarahdaging memang budaya melakukan hal tidak sesuai dg ajaran agama tidak bisa masuk surga?
    Apakah orang tak beragama walaupun tak pernah berbuat dosa tidak layak masuk surga?
    Bagaimana kalau keadaan memang tidak memungkinkan seseorang mengetahui agama tertentu namun dia orang baik?apa tidak layak?

    Kalau begitu kasian sekali mereka yang sama2 diciptakan, karena kebetulan mereka tidak bisa atau tidak mengenal agama, sudah pasti masuk neraka.. Ngapain juga diciptakan?

  87. wawan Says:

    Salam buat Iluminated. Saya setuju, sodaraku.

    Mengutip pernyataan yang mungkin paling populer tentang Tuhan, “Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang..”
    Kalo Tuhan milih2 mana yg dikasihi-Nya, Dia bukan Tuhan yang MAHA PENGASIH, tapi MAHA PILIH KASIH.
    Kalo Tuhan cuman menyayangi kita orang Islam saja, bagaimana kita bisa bilang ini agama “rahmatan lil alamin”?

    “…Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat. Tetapi Dia menghendaki lain, untuk menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka BERLOMBA-LOMBALAH BERBUAT KEBAJIKAN. Hanya kepada-Nya kalian akan kembali…”

    BERLOMBALAH BERBUAT KEBAJIKAN.

    Dalam lomba ini, jelas pemenangnya adalah orang yang paling banyak BERBUAT KEBAJIKAN. Bukan soal “label” agama. Agama adalah jalan, cara, metode. Apapun cara yang digunakan, apapun jalan yang dipilih, hasilnya kembali pada individu masing2.
    Lomba lari tidak selalu dimenangkan oleh atlet dengan sepatu terbaik ato termahal. Pemenangnya adalah SIAPAPUN (sekali lagi, SIAPAPUN) yg lebih dulu mencapai garis finish!

  88. wawan Says:

    Salam buat Iluminated. Saya setuju, sodaraku.

    Mengutip pernyataan yang mungkin paling populer tentang Tuhan, “Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang..”
    Kalo Tuhan milih2 mana yg dikasihi-Nya, Dia bukan Tuhan yang MAHA PENGASIH, tapi MAHA PILIH KASIH.
    Kalo Tuhan cuman menyayangi kita orang Islam saja, bagaimana kita bisa bilang ini agama “rahmatan lil alamin”?

    “…Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat. Tetapi Dia menghendaki lain, untuk menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka BERLOMBA-LOMBALAH BERBUAT KEBAJIKAN. Hanya kepada-Nya kalian akan kembali…”

    BERLOMBALAH BERBUAT KEBAJIKAN.

    Dalam lomba ini, jelas pemenangnya adalah orang yang paling banyak BERBUAT KEBAJIKAN. Bukan soal “label” agama. Agama adalah jalan, cara, metode. Apapun cara yang digunakan, apapun jalan yang dipilih, hasilnya kembali pada individu masing2.
    Lomba lari tidak selalu dimenangkan oleh atlet dengan sepatu terbaik ato termahal. Pemenangnya adalah SIAPAPUN (sekali lagi, SIAPAPUN) yg lebih dulu mencapai garis finish!

  89. Peringatan Says:

    Jika dikatakan manusia masuk neraka adalah Takdir, namun pendapatku tidak demikian,
    Sebenarnya manusia diciptakan dibumi ini untuk memilih ketetapan yang diberikan Allah kepada kita.

    Contoh 1 :
    Rumusan

    Allah mempunyai sifat Maha Pengasih dan maha Penyayang.
    Jika anda mempunyai anak, anda pasti mengasihi dan menyanginya

    Jika anak anda tidak mengakui anda sebagai orang tuannya, maka apakah anda masih menyayangi dan mengasihi anak anda tersebut.

    Contoh 2 :
    Rumusan

    Allah mempunyai Surga dan Neraka
    anda mempunyai mempunyai warisan dan hukuman

    Jika anak anda tidak mengakui anda sebagai orang tuannya namun berbuat baik kepada orang lain maka apakah anda memberikan warisan atau hukuman…?

    maaf jika pendapatku salah

  90. Peringatan Says:

    Jika dikatakan manusia masuk neraka adalah Takdir, namun pendapatku tidak demikian,
    Sebenarnya manusia diciptakan dibumi ini untuk memilih ketetapan yang diberikan Allah kepada kita.

    Contoh 1 :
    Rumusan

    Allah mempunyai sifat Maha Pengasih dan maha Penyayang.
    Jika anda mempunyai anak, anda pasti mengasihi dan menyanginya

    Jika anak anda tidak mengakui anda sebagai orang tuannya, maka apakah anda masih menyayangi dan mengasihi anak anda tersebut.

    Contoh 2 :
    Rumusan

    Allah mempunyai Surga dan Neraka
    anda mempunyai mempunyai warisan dan hukuman

    Jika anak anda tidak mengakui anda sebagai orang tuannya namun berbuat baik kepada orang lain maka apakah anda memberikan warisan atau hukuman…?

    maaf jika pendapatku salah

  91. Mas Kampret Says:

    @Peringatan :

    Banyak kok yang menyekutukan Allah ataupun tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya. Tapi Allah tetap menunjukkan sebagai Maha Pengasih & Maha Penyayang. Contoh : Mereka tetap diberikan kenikmatan oleh Allah udara untuk hidup, mereka tetap diberi rezeki misal makanan minuman dsb. Bukankah ini menunjukkan bahwa Allah itu Maha Pengasih & Penyayang walaupun kepada orang2 yang membangkang terhadap perintah2Nya. Coba kita, ada yang membangkang kepada kita langsung kita musuhin langsung kita jauhin langsung kita masukin black list.

    Intinya, tidak bisa diibaratkan dengan contoh di atas. Kebijaksanaan kita kok dibandingin sama kebijaksanaan Allah dalam memutuskan perkara.

    Wallahu’alam.

  92. Mas Kampret Says:

    @Peringatan :

    Banyak kok yang menyekutukan Allah ataupun tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya. Tapi Allah tetap menunjukkan sebagai Maha Pengasih & Maha Penyayang. Contoh : Mereka tetap diberikan kenikmatan oleh Allah udara untuk hidup, mereka tetap diberi rezeki misal makanan minuman dsb. Bukankah ini menunjukkan bahwa Allah itu Maha Pengasih & Penyayang walaupun kepada orang2 yang membangkang terhadap perintah2Nya. Coba kita, ada yang membangkang kepada kita langsung kita musuhin langsung kita jauhin langsung kita masukin black list.

    Intinya, tidak bisa diibaratkan dengan contoh di atas. Kebijaksanaan kita kok dibandingin sama kebijaksanaan Allah dalam memutuskan perkara.

    Wallahu’alam.

Leave a Reply

*


© 2012 Imanka dot Com All rights reserved.